Kalau kita mengamati pembelajaran di Taman Kanak-kanak, kita sering mendengarkan guru-guru bercerita di depan anak didiknya.Metode bercerita di Taman Kanak-kanak

Hartini (2004, hal 10) menyatakan salah satu metode pembelajaran yang digunakan di Taman Kanak-kanak adalah metode bercerita. Bercerita adalah kegiatan belajar mengajar dengan memberikan kesempatan pada anak untuk mendengarkan cerita yang telah disiapkan oleh guru. Kegiatan bercerita dapat menjadi alternatif pembelajaran perilaku menolong yang menyenangkan, karena dalam bercerita guru dapat memberikan sejumlah pengetahuan sosial, nilai-nilai moral dan keagamaan. Kegiatan bercerita memberikan pengalaman belajar untuk berlatih mendengarkan sehingga melalui mendengarkan anak memperoleh bermacam-macam informasi tentang pengetahuan, nilai dan sikap untuk dihayati dan diterapkan dalam kehidupan sehari-hari (Moeslihatoen, 2004, hal 168, 171).Sejalan dengan uraian diatas Asfandiyar (2001, hal 37) mengatakan bahwa kegiatan bercerita berperan sebagai media bersosialisasi dimana cerita dapat menyajikan cita-cita, tanggungjawab, teladan, aturan hidup sehingga cerita lebih menjanjikan dan lebih ampuh untuk mengubah dan membentuk karakter anak. Priyono (1998, hal 7) menjelaskan lebih lanjut mengenai proses pembentukan karakter melalui cerita yaitu bahwa pada waktu mendengarkan dan mengikuti jalan cerita pada saat itu pula emosi, fantasi, maupun imajinasi anak-anak menjadi aktif, selain itu dunia anak-anak identik dengan dunia tanpa batas, dalam arti apa yang mereka dengar, lihat dan rasakan akan mempengaruhi daya pikir mereka dan itu akan berbekas cukup lama. sehingga dapat dikatakan bahwa pembelajaran melalui cerita merupakan sarana untuk mendidik dan mengajari anak tanpa ada kesan menggurui.

Tagged with:

Filed under: Artikel

Like this post? Subscribe to my RSS feed and get loads more!